Kubah Masjid Sultan Ahmed

                                                                      Kubah Masjid Sultan Ahmed

Jika anda tengah liburan dan anda datang di turki butuh diingat untuk bertandang di masjid yang indah, masjid itu bernama kubah masjid biru lembang yang di mana masjid itu mempunyai keindahan yang berbeda dari masji masjid yang ada di semuanya nusantara. Pada intinya masjid yang indah sudah pasti memerlukan  seseorang  kontraktor kubah masjid. Masjid yang indah ini di menghias oleh keramik keramik berwarna biru yang menutupi kubahnya.

Sebentar saksikan masjid itu demikian indah dan keteduhan yang di mempunyai buat kita inginkan bertandang di sini. Bagunan masijd biru lembang ini ada di Istanbul Turki yang di buat oleh Sultan Ahmes I yang datang dari dinasti Ottoman yang kuasai Turki pada masa ke 14. saat itu Sultan Ahmed I memerintah di turki pada awal mulai th. 1603 sampai di th. 1617. Awal mula Sultan Ahmed I buat masjid biru lembang yakni untuk menandingi bangunan Hagia Sophia dari buatan kaisar byzantine yang bernama Constantinople. Hadirnya Hagia Sophia ada pada satu tempat dengan kubah Masjid. Yang dimana dulunya hagia Sophia yakni tempat gereja Byzantine yang lebih dahulu jatuh ke pada daulah turki ottoman pada th. 1453 masehi.

Kembali pada  topic paling penting yakni Masjid Biru yang indah nan rupawan. Masjid biru sendiri memiliki  6 menara  yang berdiameter kubah 23, 5 mtr. dengan ketinggian kubah 43 mtr. dan tidak ketinggalan satu kolam beton yang berdiameter 5 mtr.. biru yakni satu di antara masjid dari dua buah masjid yang ada di turki  dan mempunyai 6 menara yang satu keberadaanya ada di Adana. Menurut dari legenda legenda  yang  ada bila  Sultan Ahmed I memohon pada Mahmed Aga yakni buat untuk satu menara yang di buat dari emas. Kata emas sendiri bila dalam bhs turki yakni “altin”. Apa dapat buat bila sang arsitektur salah pendengaran. ia  mengira  bila Sultan Ahmed inginkan mempunyai masjid yang memiliki 6 menara. Di lain sisi kata enam dalam bhs turki berbunyi “alti” dan tidak jauh beda dengan yang bunyinya “altin”. Saat itu Sultah Ahmed I peroleh kritikan  yang demikian tajam sampai setelah itu ia menyumbangkan dana yang di gunakan untuk buat satu menara ke tujuh untuk di buat di masjidil haram.

Ada juga hal yang menarik dari rantain yang di pakai dibagian atas pintu gerbang masjid yang ada di samping barat. Ketika lalunya cuma Sultan Ahmed I yang dapat masuk halaman masjid dengan menungang satu kuda. serta rantai ini di pakai agar saat Sultah Ahmed I masuk dengan menundukkan kepalanya agar tidak terantuk rantai itu. dan rantai sendiri mempunyai makna sendiri yakni kerendahan hati penguasa di hadapan sang kekuasaan illahi.

Tidak ada jauh dari masjid biru yakni di sana ada museum Aya Sofya yang saat itu popular dengan keindahan arsitekturnya. Aya Sofya untuk pertama kalinyha di buat yakni jadi katedral. Yang selanjutnya di ubah jadi masjid selamanya 500 th. yang saat itu pemerintahan sekuler Republik Turki jadi museum. Dan satu istana Topkapi yang menyimpan bermacam peninggalan peninggalan Rasulullah SAW.
Masjid biru yang pada saat ini bertindak jadi tempat melaksanakan ibadah yang sudah termasuk tempat terbesar di Istanbul. Kalian akan lewat taman bunga yang di jaga dengan pohon-pohon yang demikian teduh. Ada tempat wudhu berjejer jejer dibagian depan msjid yang akan menyambut kalian saat akan masuk bagian dalam kompleks masjid.

Jadi penghormatan dari masjid sebagian wisatawan wisatawan yang akan masuk masjid di haruskan gunakan baju yang sopan dan untuk wanita harus gunakan kerudung yang berguna untuk menutupi aurat. Ada satu penjaga masjid yang dengan sukai hati selalu mengingatkan dan ada didepan pintu masuk masjid. Bagitu tertuju sampai di dalam sebagian umat muslim lakukan sholat sunnah masjid. Sebentar yang beda lihat masjid dari bagian shaf paling belakang karna dibagian  shaf yang depan selalu  diperkenakan untuk  orang yang akan  lakukan sholat. Di dalam masjid biru yang berada di lembang ada juga banyak elemen elemen yang butuh buat untuk daya tarik sebagian wisatawan yakni di sana ada satu mihrab yang di buat dari marmer dengan di pahat yang di lengkapi dengan stalaktit dan tentunya juga dengan panel incritif dobel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *